HENDY
SETIONO
PEMILIK KEBAB BABA RAFI
LATAR BELAKANG
Persaingan dalam segala bidang mendorong masyarakat
untuk giat dalam mendapatkan penghasilan. Selain menjadi pegawai atau karyawan
di suatu institusi, masyarakat saat ini mulai mencoba menjalankan usaha (UMKM)
di berbagai hal seperti usaha Franchise. Franchise
adalah duplikasi bisnis yang telah sukses, sehingga bagi mereka yang akan
membeli bisnis franchise tidak perlu lagi bersusah payah menjalankan bisnis ini
dari awal dan tidak perlu harus jatuh bangun untuk memulai bisnis ini. Mereka
hanya menjalankan sistem yang telah berjalan tinggal start up langsung
meneruskan bisnis yang memang telah teruji keberhasilannya.
Kebab Turki Baba Rafi (KTBR) adalah sebuah jaringan waralaba kebabterbesar
di dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2005 di Surabaya .Sekitar
tahun 2010-an, kantor pusatnya dipindahkan ke Jakarta. Saat ini, Kebab Turki
Baba Rafi memiliki lebih dari 1000 outlet di Indonesia, Malaysia,
dan Filipina.
Kebab adalah makanan khas Timur Tengah (Timteng)
yang dibuat dari daging sapi panggang, diracik dengan sayuran segar, dan
dibumbui mayonaise, lalu digulung dengan tortila. Sebenarnya, kebab banyak beredar
di Qatar dan negara Timur Tengah lainnya.
Sejarah Pada tahun 2005, outlet miliknya telah
menerapkan sistem waralaba hingga sekarang. Tak hanya di Indonesia, outlet
Kebab Turki Baba Rafi pun juga dibuka di Malaysia dan Filipina.
Bahkan, Kebab Turki Baba Rafi telah mendapatkan penghargaan di kancah nasional
dan internasional.
Tahun 2009, Kebab Turki Baba Rafi
bekerja sama dengan Belfoods Indonesia untuk peningkatan mutu dan gizi pada dagingnya,
serta telah mendapatkan sertifikat resmi dari Badan POM dan
sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.
BIOGRAFI PEMILIK
Hendy Setiono
adalah seorang pengusaha muda asal Surabaya, yang dikenal berkat produk
dagangnya “Kebab Turki Baba Rafi”. Hendy lahir pada tanggal 30 Mei, dua puluh
sembilan tahun yang lalu. Dia merupakan putra pertama dari pasangan Bambang
Sudiono dan Endah Setijowati.
Sebelum
menjadi seorang pengusaha muda, Hendy Setiono tercatat sebagai seorang
mahasiswa Jurusan teknik Informatika Institut teknologi Sepuluh November
Surabaya. Namun dia memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah dan memulai
bisnis Kebab Turki.
Hendy
merupakan satu dari sekian pengusaha sukses yang pandai melihat peluang bisnis.
Ketika duduk di bangku kuliah semester 4, Hendy merintis usahanya dengan
seorang teman yang menyukai kuliner, Hasan Baraja. Resep Kebab Turki tersebut
dia peroleh ketika dia mengunjungi ayahnya di Qatar yang bekerja di sebuah
perusahaan minyak. Bersama dengan Hasan, Hendy memodifikasi bahan dan bumbu
kebab agar sesuai dengan lidah Indonesia.
Dengan
modal awal 4 juta rupiah dan dibantu oleh satu karyawan, sekarang Hendy
berhasil mendirikan PT Baba Rafi Indonesia. Pada tahun 2008, kedai kebab hendy
berjumlah 325 yang tersebar di 50 kota, dan menaungi 700 karyawan.
Kepiawaian
Hendy dalam berbisnis telah diakui banyak kalangan. Pada tahun 2006, Majalah
Tempo mencatat nama Hendy sebagai 1 dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia.
Selain itu, secara internasional, Hendy juga dinobatkan sebagai Asia’s Best
Enterpreneur Under 25 oleh Majalah Business Week.
Kemudian,
pada tahun 2007, Hendy mendapatkan gelar terbaik I Wirausaha Muda Mandiri 2007
oleh Bank Mandiri. Bersama dengan
Nilamsari sang istri, Hendy dianugerahi putra dan putri yang bernama Rafi Darmawan, Audrey Zahira, dan
Ready Enterprise.
PENDIDIKAN
·
Diploma
Lanjutan E-Commerce Komputer Informatika Sekolah Pendidikan Singapura, (2003-2004)
·
Diploma
E-Commerce Sekolah Pendidikan Informatika Komputer Singapura, (2002-2003)
·
Teknik
Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (tidak tamat),
(2000-2002)
·
SMU
Negeri 5 Surabaya, (1997-2000)
·
SMP
Vidatra Bontang Kalimantan Timur (1994-1997)
·
Sekolah
Dasar Twinbrook Maryland Amerika Serikat, (1992-1994)
·
SD
YPVDP Bontang Kalimantan Timur (1989-1992)
KARIR
·
Presiden
Direktur PT. Baba Rafi Indonesia - Pendiri Waralaba Bisnis "Kebab Turki
Baba Rafi", telah beroperasi lebih dari 750 Outlet di Indonesia, Malaysia
dan Filiphina.
·
Presiden
Direktur PT. Piramida Zahira-Pendiri Waralaba Bisnis "Piramizza",
sekarang beroperasi lebih dari 75 Outlet di Indonesia.
·
Presiden
Direktur PT. Panen Raya Indonesia - "Ayam Bakar Mas Mono", Restoran Ayam
Panggang operasi 15 outlet di Indonesia.
·
Wakil
Ketua Komite Tetap Pengembangan Kewirausahaan - Indonesia Kamar Dagang dan
Industri.
·
Motivator
dan Mentor Bisnis Kewirausahaan.
PENGHARGAAN
2010:
·
Pemenang
"Anugerah Peduli Pendidikan di Perusahaan Categorized" - Departemen
Pendidikan Nasional Indonesia
2009:
·
Pemenang
Ernst & Young Entrepreneur Of The Year - "Spirit Award Khusus
Wirausaha 2009" - oleh Ernst & Young Waralaba Terbaik untuk Investasi
2009" - oleh Majalah SWA.
·
Pemenang
"Penghargaan Pengusaha Muda Waralaba Indonesia" - oleh Majalah Info
Waralaba.
·
Pemenang
"Waralaba TOP 30 ASEAN Terbaik" - Majalah Info Waralaba.
·
Pemenang
"Pemasaran Terbaik - Waralaba Indonesia Of The Year 2009" - oleh
Majalah Info Waralaba.
·
Pemenang
"Penghargaan Kewirausahaan Pasific Asia 2009" - Posisi Kategori-oleh
Enterprise Asia dari Malaysia 2008.
·
Pemenang
"Kewirausahaan Asia Pasifik Awards 2008" - Kategori Paling
Menjanjikan - oleh Enterprise Asia dari Malaysia.
·
Indonesia
Ambasador untuk "Forum Iklim Pemimpin Muda Asia" - oleh British
Council.
·
Pemenang
"Penghargaan Tahunan Kepemimpinan Most Favorite 2008" - oleh
Leadership Award 2008.
·
TOP
10 Waralaba Indonesia dari tahun 2008 Tahun" - oleh Majalah Info Waralaba
2007.
·
Inspirator
"Suara Perubahan" - oleh A Mild Live Soundrenaline 2007
·
Pemenang
"Wirausaha Muda Mandiri 2007" (Pengusaha Muda Mandiri 2007)-Kategori
Pasca Sarjana dan Alumni - Bank Mandiri.
·
Pemenang
"Best Achievement - Pengusaha Muda Penghargaan 2007" - Bisnis
Indonesia.
·
Pemenang
"Franchise Terbaik 2007" dalam F Lokal & B Kategori - oleh
Pengusaha Majalah.
·
Pemenang
"Manusia Prestasi of The Year 2007" - oleh Yayasan Citra Profesi
Indonesia.
·
Pemenang
"Penghargaan Pengusaha Indonesia Terbaik 2007" - dengan Penghargaan
Profesional Indonesia (IPA).
·
Pemenang
"Indonesian Best Start Up Perusahaan 2007" - Penghargaan oleh Yayasan
Prestasi Indonesia.Pengusaha Jawara 2007" - oleh KONTAN.
2006 :
·
Pengusaha
Terbaik Asia di bawah 25 tahun" - oleh BusinessWeek
·
10
People Of The Year 2006" - oleh Majalah TEMPO.
·
Pemenang
"Enterprise 50" - Pengusaha Hottest pada tahun 2006 - oleh Majalah
SWA.
·
Pemenang
"Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21" - oleh Profesi
Indonesia.
·
Pemenang
"Kecil dan Menengah Penghargaan Bisnis Pengusaha Indonesia" (ISMBEA
2006 oleh Menteri untuk Kerjasama & UKM Indonesia.
·
2005:
·
Pemenang
1 "Rencana Bisnis Pengusaha" di Petra Universitas Surabaya
·
Juara
1 dalam "Membuat Uang Dengan Persaingan Tidak ada" di Makassar.
Skill
manager/ leader dari tokoh ini terbentuk dari pendidikan, pengalaman serta
keberanian tentunya. Karena keberanian itulah, dia memilih untuk tidak
menyelesaikan studi stratanya demi menjalankan bisnis yang belum terjamin akan
kesuksesannya.
AWAL USAHA
Mengawali sebuah bisnis memang tak semudah membalik
telapak tangan namun juga tak sesulit membuat roket. Berawal saat Hendy Setiono
berkunjung ke Timur Tengah, saat dia diberi kesempatan untuk pergi ke
Qatar karena sang ayah yang merupakan operator perusahaan minyak di negara itu
dan menemui banyak outlet yang menjual makanan khas Turki, yaitu kebab.
Dari situlah ia memperoleh ide untuk mengembangkan usaha Kebab Turki di
Indonesia. Awalnya ide bisnis pria muda kelahiran tahun 1983 ini tidak mendapatkan
dukungan penuh dari orang tuanya dan sempat ditentang oleh orang tuanya, tapi
karena dia memiliki niat yang besar dan kerja keras yang tinggi memutuskan
untuk tetap menjalankan bisnis ini. Bahkan demi menggeluti bisnis kebab ini,
Hendy akhirnya menghentikan kuliahnya. Sebuah keputusan yang sangat berani
pastinya demi memulai sebuah bisnis melalui outlet yang cukup kecil, laki-laki
yang masih muda tersebut memilih untuk menjalankan bisnisnya.
Perjalanan
bisnisnya pun juga tidak langsung mulus begitu saja, suka duka berjualan Bahkan,
pernah suatu hari, karena tak mempunyai karyawan, Hendy dan istri berjualan.
Hari itu kebetulan hujan. Tak banyak orang membeli kebab. Makanya, pemasukan
pun sedikit.
“Uang hasil berjualan hari itu digunakan membeli makan di warung seafood
saja tak cukup. Wah, itu pengalaman pahit yang selalu kami kenang,” ujarnya.
Usaha ini dimulai pada 2003 dengan membuka outlet pertamanya di Surabaya. Modal
awal yang dikeluarkan oleh Hendy saat itu sebesar Rp 4 juta yang ia gunakan
untuk membeli gerobak (counter) dan peralatan lainnya
seperti kompor dan penggorengan. Awalnya, bisnis yang dijalankannya bukan
langsung berbentuk outlet, melainkan gerobak dorong berwarna kuning. Dengan
gerobak buatan sendiri, ia pun mangkal di daerah Nginden Semolo, Surabaya. Ia
ditemani seorang karyawan. Pahit-manisnya berbisnis pun ia rasakan. Hendy pun bercerita
bagaimana ia berjualan sampai kehujanan, jatuh hingga rotinya berserakan di
jalan. "Kehujanan, jatuh, roti pun langsung klemeran di jalan," kata
Hendy. Tidak hanya sebatas itu, uang hasil penjualannya pun sempat dibawa pergi
oleh karyawan penggantinya. Kesulitan lainnya adalah mengenai masalah
pendanaan. Bunga pinjaman perbankan yang tinggi harus ia terima. Pernah ia
diberikan suku bunga kredit untuk modal kerja hingga 18 persen. Namun, ia
memaklumi dengan pemahaman bank tentunya melihat risiko dalam memberikan modal.
Untungnya, bunga tersebut bisa terbayarkan dengan laba yang ia peroleh.
Kesabaran
dan kerja keras Hendy mulai menampakkan titik terang. Lambat-laun dagangannya
mulai menggaet pelanggan. Kebab Turki Baba Rafi semakin dikenal di Kota Pahlawan.
Omzetnya terus menanjak, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.
Berbekal ilmu manajemen dan pemasaran yang ditimba dari berbagai seminar, Hendy melompat ke jalur cepat. Pada 2004, Kebab Turki Baba Rafi dikembangkan dalam bentuk waralaba. Startegi ini berhasil. Bisnis Hendy pun berkibar. Hanya dalam kurun empat tahun, 100 gerai Kebab Turki Baba Rafi sudah tersebar di 16 kota di Indonesia.
Berbekal ilmu manajemen dan pemasaran yang ditimba dari berbagai seminar, Hendy melompat ke jalur cepat. Pada 2004, Kebab Turki Baba Rafi dikembangkan dalam bentuk waralaba. Startegi ini berhasil. Bisnis Hendy pun berkibar. Hanya dalam kurun empat tahun, 100 gerai Kebab Turki Baba Rafi sudah tersebar di 16 kota di Indonesia.
Yang luar
biasa, kesuksesan bisnis Hendy tak perlu waktu lama. Hanya dalam 3-4 tahun, dia
berhasil mengembangkan sayap di mana-mana. Bahkan, hingga pengujung 2006,
pengusaha muda tersebut mencatat telah memiliki 100 outlet Kebab Turki Baba
Rafi yang tersebar di 16 kota di Indonesia. Tidak hanya di Jawa, tapi juga di Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan.
Ke depan, Hendy berencana
mengembangkan usahanya itu ke luar negeri. Dua negara yang diincar adalah
Malaysia dan Thailand. “TV BBC London dan majalah Business Week International
pernah meliput usaha saya tersebut. Setelah itu, ada orang yang menawari saya
membukan outlet di Trinidad & Tobago serta Kamboja,” jelasnya. Sukses
bisnis kebab waralaba Hendy itu juga menghasilkan berbagai award, baik dari
dalam maupun luar negeri. Di antaranya, ISMBEA (Indonesian Small Medium
Business Entrepreneur Award) 2006 yang diberikan menteri koperasi dan UKM.
Hendy juga ditahbiskan sebagai ASIA’s Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah
Business Week International 2006. Untuk meraih award tersebut, dia bersaing
dengan 20 kandidat pengusaha lain dari berbagai Negara di Asia. Pria kalem itu
juga mendapatkan penghargaan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad Ke-21
yang dianugerahkan Profesi Indonesia. Kemudian, penghargaan Enterprise 50 dari
majalah SWA untuk 50 perusahaan yang berkembang dalam setahun terakhir. Serta,
di pengujung 2006, majalah Tempo menobatkan Hendy menjadi salah seorang di
antara sepuluh tokoh pilihan yang mengubah Indonesia.
Apa yang
akan dilakukan Hendy selain mengembangkan usahanya ke mancanegara? Tampaknya,
dia ingin seperti raja komputer, Bill Gates. “Saya belajar dari para pengusaha
sukses. Salah satunya, Bill Gates. Dia bisa mendirikan kerajaan Microsoft,
meski tidak tamat sekolah. Jadi intinya, untuk menjadi orang sukses, tidak
harus memiliki gelar akademis dan indeks prestasi (IP) tinggi,” tegasnya lalu
tertawa.
PEMBERIAN
NAMA KEBAB TURKI BABA RAFI
Menurut Hendi Setiyono nama Rafi sendiri diambil
dari nama putera sulungnya yang bernama Rafi Darmawan, sedangkan baba dalam
bahasa Arab artinya adalah ayah. Jadilah baba rafi adalah ayah rafi.
PERKEMBANGAN KEBAB TURKI BABA RAFI
Strategi promosi dan
publikasi kebab Turki Baba Rafi, jelas kualitas adalah segalanya. Oleh sebab
itu Baba Rafi menyiapkan pasukan khusus untuk quality kontrol yang akan selalu
memandu dan memantau kondisi setiap outlet. Tugas divisi quality control adalah
selalu mengecek dan mempertahankan kualitas rasa, pelayanan dan kebersihan
serta value produk. Line khusus untuk pengaduan konsumen juga dipersiapkan.
Hendy juga selalu
mengedepankan inovasi yang membuat produknya digemari, salah satunya adalah
pemasakan daging yang diasap bukan digoreng, ini akan menimbulkan aroma yang
lebih sedap dan mampu menggiring orang untuk mencobanya, dan lagi dan membeli
lagi.
Varian kebab juga banyak
seperti Winner Kebab, Hot Dog Jumbo, Syawarma, Kebab isi sosis istimewa, Kebab
Gila dan Kebab Picok (Kebab Pisang Coklat). Harganya juga berkisar antara 8
ribu hingga belasan ribu, yang masih dibawah 20 ribu.
Alhasil banyak yang
kepincut dengan rasa Kebab Turki Baba Rafi serta banyak yang berminat menjadi
mitra. Dari sinilah kemudian Hendy mematenkan kebabnya dan membuka peluang
franchisee. Melalui PT Baba Rafi Indonesia, perusahaan ini kemudian membuka
peluang kemitraan tersebut dengan harga mulai 50 jutaan .
Namun setelah usahanya berkembang selama hampir 10
tahun, kini ia memiliki outlet yang berjumlah 1020 pada tahun 2012, yang
tersebar dari Indonesia hingga ke Malaysia dan Filiphina. Dapat dipastikan
omset yang didapatkan setiap bulannya lebih dari 1 milyar.
Kini, bekerjasama dengan PT Belfoods Indonesia,
Hendy tak perlu khawatir dengan produksi daging untuk kebab, karena sudah
ditangani oleh ahlinya. Sebab PT Belfoods Indonesia telah memenuhi standar yg
telah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan makanan (BPOM) dan
memiliki sertifikat MUI. Untuk mendistribusikan daging yg telah diproduksi oleh
PT Belfoods Indonesia, Hendy mendirikan sebuah warehouse yg ia bangun di kota-kota besar, seperti Surabaya,
Malang, dan Semarang. Melalui warehouse
inilah kemudian daging yg dibutuhkan didistribusikan lagi ke outlet-outlet yg
tersebar di sekitarnya. Pengiriman daging ini dilakukan seminggu dua kali atau
tergantung kebutuhan. Mengenai kebutuhan daging sapi, Hendy mengungkapkan dalam
sehari ia bisa menghabiskan sebanyak 1 ton daging sapi atau setara dengan 7
ekor sapi. Dengan adanya target dibuka
sebanyak 1.001 outlet di 2011 ini, maka diperkirakan akan mengahabiskan 3 ton
daging sapi/hari.
Untuk menjalankan seluruh outlet Kebab Turki Baba
Rafi, sudah terserap sebanyak 1.200 tenaga kerja. Bisa dibayangkan usaha ini
sangat prospektif untuk dikembangkan dan membawa banyak manfaat untuk menambah
lapangan pekerjaan. Menu andalan Kebab Turki Baba Rafi adalah kebab yg dijual
dgn harga Rp 12.000. Selain itu juga ada menu hotdog seharga Rp 10.000, beef
burger Rp 9.500, dan menu lainnya. Untuk mengembangkan usahanya, sejak 2005
usaha Kebab Turki Baba Rafi dikelola secara Waralaba (franchise). Hingga 2011
ini, sudah resmi dibuka sebanyak 650 outlet. Namun, untuk daftar tunggunya
sudah mencapai angka 750 outlet yg tersebar di seluruh Indonesia.
Ternyata kesuksesan Kebab Turki Baba Rafi tidak
hanya di Indonesia. Hendy telah menandatangani MoU dengan Filipina untuk
membuka cabang di sana. Usaha ini membuka peluang yg sangat luas.. Hendy
mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu 18 bulan sudah bisa balik modal. Omzet 1
outlet biasanya sekitar Rp 10- 15 juta per bulan, bahkan ada yg mencapai Rp 60
juta, tergantung dari lokasi usahanya. Usaha ini sangat prospektif untuk
dikembangkan karena semakin lama makanan kebab banyak dikenal masyarakat.
Dalam menjalankan
usahanya, PT. Kebab Turki Baba Rafi Indonesia menjalin kerjasama dengan PT.
Belfoods Indonesia untuk menjadi salah satu suplier daging sapi berkualitas
sebagai bahan baku utamanya.
Apa
prinsip Hendy dalam berbisnis? Hendy punya moto LETAM, ini kebalikan dari
METAL.
L – Lihat peluang yang ada. E – Evaluasi peluang itu. T – Tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi. A – Amati caranya dan lakukan. M – Modifikasi cara yang telah dipilih itu.
L – Lihat peluang yang ada. E – Evaluasi peluang itu. T – Tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi. A – Amati caranya dan lakukan. M – Modifikasi cara yang telah dipilih itu.
Ia menyebutkan, moto ini sudah muncul sedari awal sebelum usaha
dimulai. Dengan semua bekal itu, tidak lantas ia mudah menjalani peruntungannya
di bisnis kebab yang kini berkembang menjadi sejumlah produk kuliner, yakni
roti Maryam Aba-Abi, Piramizza, dan Ayam Bakar Mas Mono.
Usaha
waralabanya ini pun berdampak pada kebutuhan tenaga kerja yang terbilang
banyak. Demi efisiensi, ia mendirikan Baba Rafi Academy, yakni lembaga
pelatihan untuk memenuhi kebutuhan pegawai usahanya. Pendidikan ini
diberikannya gratis bagi lulusan SMP hingga SMU yang mau bekerja di usahanya.
Visi dan Misi Kebab Turki Baba Rafi
Bagi
Karyawan : Menjadikan karyawan merasa memiliki bisnis Kebab Turki Baba Rafi
melalui suasana kekeluargaan dan dengan sistem bagi hasil yang adil.
Bagi Franchisee : Menjadikan Kebab Turki Baba Rafi
sebagai sarana investasi yang menguntungkan dan membanggakan.
Bagi
Pelanggan : Menjadikan Kebab Turki Baba Rafi menjadi alternatif makanan pilihan
dengan rasa yang lezat dan harga yang terjangkau.
Manajemen Usaha
Struktur Organisasi Kebab Turki Baba Rafi
Keterangan Tugas :
- HRD Manager
1. Melakukan perekrutan karyawan
2. Melakukan training karyawan
3. Melakukan penilaian harian karyawan
4. Housing karyawan
5. Mengurus masalah pemecatan
6. Pemberian reward
7. Grade karyawan
8. Improvement karyawan
9. IT handling
- Finance Manager
1. Menyusun laporan keuangan dari marketing
2. Menyusun laporan keuangan dari Franchise fee
3. Menyusun laporan keuangan dari hasil
penjualan bahan baku dan distribusinya
4. Mengalokasikan keuangan untuk keperluan promosi dan stok bahan baku
serta kelengkapan sarana kebab
5. Membuat grafik bulanan laporan
keuangan
- Quality Assurance Manager
1. Mengaudit system management pusat satiap seminggu sekali
2. Mengaudit system franchise (setahun dua kali)
3. Mengaudit outlet pusat (dua minggu sekali)
4. Menjaring pendapatan pelanggan
5. Melaksankana standarisasi rasa dan
kualitas produk
6. Mengontrol bahan baku harian
7. Mengaudit setiap proses operasional
- Daily Service Manager
1. Melayani penjualan harian franchisee
2. Menyediakan stok gudang
3. Mendistribusikan bahan baku
4. Mempersiapkan stok outlet mandiri
Desain outlet
bertujuan untuk menciptakan sebuah desain yang unik, menarik serta customized
dari franchisor kepada para franchisee. Dengan menciptakan desain yang
menarik, fungsional, sesuai kebutuhan dan sesuai konsep marketing, franchisee akan lebih mudah membangun
kepercayaan dan mendapatkan posisi strategis untuk memajukan usahanya
Rahasia Sukses Kebab Turki Baba Rafi
Rahasia atau kunci
sukses Kebab Turki Baba Rafi adalah terletak pada manajemen usaha dan promosi
yang bagus. Kebab Turki Baba Rafi menggunakan sistem franchise atau waralaba, itulah faktor
kesuksesan yang terbesar. Pemilihan lokasi untuk outlet Kebab Turki Baba Rafi
juga sangat tepat karena hampir semua outletnya terletak di lokasi yang ramai, strategis, dan berada
di tengah-tengah pembeli yang potensial seperti di area kampus, pusat
perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya. Selain itu, menu yang ditawarkan juga
belum banyak kompetitornya di Indonesia. Dengan menyesuaikan rasa dengan lidah
orang Indonesia, Kebab yang merupakan makanan khas Timur-Tengah mudah diterima
bahkan digemari oleh orang Indonesia.
Baba Rafi Enterprise, pelaku bisnis waralaba kebab telah
membuktikan dirinya bisa menjangkau pasar dunia. Setidaknya, bisnis Kebab turki
sudah tersebar di 3 Negara diantaranya Indonesia,Malaysia dan Filipina. Saat ini ,usahanya jalan sepuluh tahun sudah memiliki 1.020 outlet di 3 Negara. Dari 1020 gerai itu, sebanyak 150 adalah milik pribadi Hendy.
Sedangkan sisanya merupakan waralaba yang bermitra dengan investor.
Bicara soal ekspansi, bisnis Baba Rafi bisa dibilang tidak main-main. Sejak
mencanangkan go international tahun 2012 lalu, kini bisnis kebab tersebut sudah
memiliki 42 gerai di Malaysia dan Filipina.
Hendy mengatakan, selain masalah omset, pertumbuhan outlet dan bertambahnya jumlah karyawan
adalah patokan dari kinerja bisnisnya. Saat ini, jumlah karyawan Baba Rafi
sudah mencapai 1900 orang.
Padahal di tahun pertama bisnisnya, ia hanya memilik enam
cabang dengan karyawan sekitar sepuluh orang. Tahun ini, Hendy menargetkan bisa
menambah 200 gerai baru langsung di bawah manajemen pusat.
Selain menambah gerai, Hendy juga akan memperkuat sumber daya manusianya.
Ia ingin, seluruh karyawan memiliki kemampuan yang lebih sehingga bisa
memberikan yang terbaik bagi perusahaannya.
Perencanaan tenaga kerja langsung (TKL), juga perlu
memperhatikan hal-hal mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga yang
dibutuhkan, dan persyaratan kerja. Karena dalam usaha ini pemilik juga
merupakan investor aktif yang berarti pemilik juga menjalankan pekerjaan
operasional, maka system penggajian tidak dihitung secara spesifik melainkan
menerima pembagian dari laba yang didapatkan. Sehingga untuk saat ini usaha
pemilik belum memerlukan tenaga kerja tambahan karena masih dapat mengelola
sendiri usaha ini.
KESIMPULAN
Hendy
Setiono, presiden direktur Kebab Turki Baba Rafi sekaligus sebagai pencetus dan
pendirinya. Karena itu, dia merupakan Top manager dari perusahan ini. Dan
usahanya termasuk usaha profit dalam skala besar karena omzet yang didapat
kurang dari Rp 50 miliar, akan tetapi dia telang menandatangani moU dengan
Malaysia dan Filiphina. Sehingga perusahaan ini juga bisa dikatakan go
internasional.
Peran
sentral yang menonjol pada tokoh ini adalah pengambil keputusan. Karena dia
merupakan orang yang memutuskan untuk mengawali bisnis ini dan yang memberi
inovasi dalam pengembangan usaha bisnis ini.
Keahlian
yang menonjol pada tokoh ini adalah konseptual. Karena Hendy merupakan pendiri
dan sebagai presiden direktur Kebab Turki Baba Rafi. Dialah yang selalu memberi
konsep sejak lahirnya perusahaan ini hingga berkembang dan suksesnya perusahaan
ini.
Kegiatan
Kebab Turki Baba Rafi:
· Menyediakan
training karyawan/ti
· Menyediakan
perlengkapan yang dibutuhkan dalam bisnis Kebab Turki Baba Rafi
· Menyediakan
kelengkapan bisnis Kebab Turki Baba Rafi
· Menyediakan
stock bahan baku utama
· Menyediakan
training secara berkala, baik di training center maupun di cabang.
· Melakukan
audit control seluruh cabang
· Melakukan
perubahan harga jual ke konsumen
· Melakukan
kegiatan promosi nasional.
Perusahaan
ini memiliki kelebihan. Contoh entitas dari perusahaan ini antara lain sebagai
berikut:
·
Item Produk yang banyak, sehingga bisa memberikan beberapa
alternative kepada konsumen dalam memilih menu- menunya.
·
Harga yang cukup terjangkau, bila dibandingkan dengan Doner
Kebab yang hanya bermain di segmen atas.
·
Kebab Turki Baba Rafi menghadirkan rasa dan aroma kebab yang
bersahabat dengan lidah para konsumen Indonesia
·
Diferensiasi produk yang unik yaitu makana khas Timur Tengah
akan tetapi dengan harga terjangkau
·
Quality control yang sangat diperhatikan dan dijaga dengan
baik, karena outlet dimiliki oleh pemilik sekaligus CEO dari PT Baba Rafi
Indonesia
·
Pembenahan tampilan outlet mulai dari rombong, peralatan
masak, hingga spanduk menu memberikan outlet lebih modern sehingga bisa menjadi
daya tarik bagi orang yang lewat untuk melihatnya
·
Bentuk dan ciri kemasan yang menarik, sehingga konsumen
bersedia membayar lebih mahal untuk memperoleh kemasan istimewa
·
Kebab Turki Baba Rafi menyediakan kebab dengan ukuran small, medium, dan large sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan
memberikan kemudahan dalam pembelian
·
Kualitas produk yang sangat baik
·
Pemilihan lokasi yang tepat atau strategis
·
Komunikasi pemasaran yang efektif
·
Kebab Turki Baba Rafi merupakan makanan yang bergizi, lezat,
bersih, halal, aman, dan praktis
Keunggulan yang dimiliki tokoh ini:
·
Keberanian yang dimiliki dalam hal mengambil keputusan
·
Ketekunan, keuletan, dan kesabaran yang dimiliki dalam
merintis usahanya
·
Selalu memberikan inovasi baru untuk mempertahankan usahanya
dalam menarik pelanggan
·
Konsinten
·
Bertanggung jawab
·
Orang yang berfokus pada proses, bukan pada tujuan
DAFTAR PUSTAKA