Selasa, 03 November 2015

Menjadi manager di usia muda



HENDY SETIONO

                                                         PEMILIK KEBAB BABA RAFI

LATAR BELAKANG

Persaingan dalam segala bidang mendorong masyarakat untuk giat dalam mendapatkan penghasilan. Selain menjadi pegawai atau karyawan di suatu institusi, masyarakat saat ini mulai mencoba menjalankan usaha (UMKM) di berbagai hal seperti usaha Franchise. Franchise adalah duplikasi bisnis yang telah sukses, sehingga bagi mereka yang akan membeli bisnis franchise tidak perlu lagi bersusah payah menjalankan bisnis ini dari awal dan tidak perlu harus jatuh bangun untuk memulai bisnis ini. Mereka hanya menjalankan sistem yang telah berjalan tinggal start up langsung meneruskan bisnis  yang  memang telah teruji keberhasilannya.
 Kebab Turki Baba Rafi (KTBR) adalah sebuah jaringan waralaba kebabterbesar di dunia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2005 di Surabaya .Sekitar tahun 2010-an, kantor pusatnya dipindahkan ke Jakarta. Saat ini, Kebab Turki Baba Rafi memiliki lebih dari 1000 outlet di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Kebab adalah makanan khas Timur Tengah (Timteng) yang dibuat dari daging sapi panggang, diracik dengan sayuran segar, dan dibumbui mayonaise, lalu digulung dengan tortila. Sebenarnya, kebab banyak beredar di Qatar dan negara Timur Tengah lainnya.
Sejarah Pada tahun 2005, outlet miliknya telah menerapkan sistem waralaba hingga sekarang. Tak hanya di Indonesia, outlet Kebab Turki Baba Rafi pun juga dibuka di Malaysia dan Filipina. Bahkan, Kebab Turki Baba Rafi telah mendapatkan penghargaan di kancah nasional dan internasional.
          Tahun 2009, Kebab Turki Baba Rafi bekerja sama dengan Belfoods Indonesia untuk peningkatan mutu dan gizi pada dagingnya, serta telah mendapatkan sertifikat resmi dari Badan POM dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

BIOGRAFI PEMILIK
Hendy Setiono adalah seorang pengusaha muda asal Surabaya, yang dikenal berkat produk dagangnya “Kebab Turki Baba Rafi”. Hendy lahir pada tanggal 30 Mei, dua puluh sembilan tahun yang lalu. Dia merupakan putra pertama dari pasangan Bambang Sudiono dan Endah Setijowati.
Sebelum menjadi seorang pengusaha muda, Hendy Setiono tercatat sebagai seorang mahasiswa Jurusan teknik Informatika Institut teknologi Sepuluh November Surabaya. Namun dia memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah dan memulai bisnis Kebab Turki.
Hendy merupakan satu dari sekian pengusaha sukses yang pandai melihat peluang bisnis. Ketika duduk di bangku kuliah semester 4, Hendy merintis usahanya dengan seorang teman yang menyukai kuliner, Hasan Baraja. Resep Kebab Turki tersebut dia peroleh ketika dia mengunjungi ayahnya di Qatar yang bekerja di sebuah perusahaan minyak. Bersama dengan Hasan, Hendy memodifikasi bahan dan bumbu kebab agar sesuai dengan lidah Indonesia.
Dengan modal awal 4 juta rupiah dan dibantu oleh satu karyawan, sekarang Hendy berhasil mendirikan PT Baba Rafi Indonesia. Pada tahun 2008, kedai kebab hendy berjumlah 325 yang tersebar di 50 kota, dan menaungi 700 karyawan.
Kepiawaian Hendy dalam berbisnis telah diakui banyak kalangan. Pada tahun 2006, Majalah Tempo mencatat nama Hendy sebagai 1 dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Selain itu, secara internasional, Hendy juga dinobatkan sebagai Asia’s Best Enterpreneur Under 25 oleh Majalah Business Week.
Kemudian, pada tahun 2007, Hendy mendapatkan gelar terbaik I Wirausaha Muda Mandiri 2007 oleh Bank Mandiri.  Bersama dengan Nilamsari sang istri, Hendy dianugerahi putra dan putri yang  bernama Rafi Darmawan, Audrey Zahira, dan Ready Enterprise.

PENDIDIKAN
·         Diploma Lanjutan E-Commerce Komputer Informatika Sekolah Pendidikan Singapura, (2003-2004)
·         Diploma E-Commerce Sekolah Pendidikan Informatika Komputer Singapura, (2002-2003)
·         Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (tidak tamat), (2000-2002)
·         SMU Negeri 5 Surabaya, (1997-2000)
·         SMP Vidatra Bontang Kalimantan Timur (1994-1997)
·         Sekolah Dasar Twinbrook Maryland Amerika Serikat, (1992-1994)
·         SD YPVDP Bontang Kalimantan Timur (1989-1992)
KARIR
·         Presiden Direktur PT. Baba Rafi Indonesia - Pendiri Waralaba Bisnis "Kebab Turki Baba Rafi", telah beroperasi lebih dari 750 Outlet di Indonesia, Malaysia dan Filiphina.
·         Presiden Direktur PT. Piramida Zahira-Pendiri Waralaba Bisnis "Piramizza", sekarang beroperasi lebih dari 75 Outlet di Indonesia.
·         Presiden Direktur PT. Panen Raya Indonesia - "Ayam Bakar Mas Mono", Restoran Ayam Panggang operasi 15 outlet di Indonesia.
·         Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Kewirausahaan - Indonesia Kamar Dagang dan Industri.
·         Motivator dan Mentor Bisnis Kewirausahaan.
PENGHARGAAN
2010:
·          Pemenang "Anugerah Peduli Pendidikan di Perusahaan Categorized" - Departemen Pendidikan Nasional Indonesia
2009:
·         Pemenang Ernst & Young Entrepreneur Of The Year - "Spirit Award Khusus Wirausaha 2009" - oleh Ernst & Young Waralaba Terbaik untuk Investasi 2009" - oleh Majalah SWA.
·         Pemenang "Penghargaan Pengusaha Muda Waralaba Indonesia" - oleh Majalah Info Waralaba.
·         Pemenang "Waralaba TOP 30 ASEAN Terbaik" - Majalah Info Waralaba.
·         Pemenang "Pemasaran Terbaik - Waralaba Indonesia Of The Year 2009" - oleh Majalah Info Waralaba.
·         Pemenang "Penghargaan Kewirausahaan Pasific Asia 2009" - Posisi Kategori-oleh Enterprise Asia dari Malaysia 2008.
·         Pemenang "Kewirausahaan Asia Pasifik Awards 2008" - Kategori Paling Menjanjikan - oleh Enterprise Asia dari Malaysia.
·         Indonesia Ambasador untuk "Forum Iklim Pemimpin Muda Asia" - oleh British Council.
·         Pemenang "Penghargaan Tahunan Kepemimpinan Most Favorite 2008" - oleh Leadership Award 2008.
·         TOP 10 Waralaba Indonesia dari tahun 2008 Tahun" - oleh Majalah Info Waralaba 2007.
·         Inspirator "Suara Perubahan" - oleh A Mild Live Soundrenaline 2007
·         Pemenang "Wirausaha Muda Mandiri 2007" (Pengusaha Muda Mandiri 2007)-Kategori Pasca Sarjana dan Alumni - Bank Mandiri.
·         Pemenang "Best Achievement - Pengusaha Muda Penghargaan 2007" - Bisnis Indonesia.
·         Pemenang "Franchise Terbaik 2007" dalam F Lokal & B Kategori - oleh Pengusaha Majalah.
·         Pemenang "Manusia Prestasi of The Year 2007" - oleh Yayasan Citra Profesi Indonesia.
·         Pemenang "Penghargaan Pengusaha Indonesia Terbaik 2007" - dengan Penghargaan Profesional Indonesia (IPA).
·         Pemenang "Indonesian Best Start Up Perusahaan 2007" - Penghargaan oleh Yayasan Prestasi Indonesia.Pengusaha Jawara 2007" - oleh KONTAN.
2006 :
·         Pengusaha Terbaik Asia di bawah 25 tahun" - oleh BusinessWeek
·         10 People Of The Year 2006" - oleh Majalah TEMPO.
·         Pemenang "Enterprise 50" - Pengusaha Hottest pada tahun 2006 - oleh Majalah SWA.
·         Pemenang "Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21" - oleh Profesi Indonesia.
·         Pemenang "Kecil dan Menengah Penghargaan Bisnis Pengusaha Indonesia" (ISMBEA 2006 oleh Menteri untuk Kerjasama & UKM Indonesia.
·         2005:
·         Pemenang 1 "Rencana Bisnis Pengusaha" di Petra Universitas Surabaya
·         Juara 1 dalam "Membuat Uang Dengan Persaingan Tidak ada" di Makassar.
Skill manager/ leader dari tokoh ini terbentuk dari pendidikan, pengalaman serta keberanian tentunya. Karena keberanian itulah, dia memilih untuk tidak menyelesaikan studi stratanya demi menjalankan bisnis yang belum terjamin akan kesuksesannya.

AWAL USAHA
Mengawali sebuah bisnis memang tak semudah membalik telapak tangan namun juga tak sesulit membuat roket. Berawal saat Hendy Setiono berkunjung  ke Timur Tengah, saat dia diberi kesempatan untuk pergi ke Qatar karena sang ayah yang merupakan operator perusahaan minyak di negara itu dan menemui banyak outlet yang menjual makanan khas Turki, yaitu kebab.  Dari situlah ia memperoleh ide untuk mengembangkan usaha Kebab Turki di Indonesia. Awalnya ide bisnis pria muda kelahiran tahun 1983 ini tidak mendapatkan dukungan penuh dari orang tuanya dan  sempat ditentang oleh orang tuanya, tapi karena dia memiliki niat yang besar dan kerja keras yang tinggi memutuskan untuk tetap menjalankan bisnis ini. Bahkan demi menggeluti bisnis kebab ini, Hendy akhirnya menghentikan kuliahnya. Sebuah keputusan yang sangat berani pastinya demi memulai sebuah bisnis melalui outlet yang cukup kecil, laki-laki yang masih muda tersebut memilih untuk menjalankan bisnisnya.
Perjalanan bisnisnya pun juga tidak langsung mulus begitu saja, suka duka berjualan Bahkan, pernah suatu hari, karena tak mempunyai karyawan, Hendy dan istri berjualan. Hari itu kebetulan hujan. Tak banyak orang membeli kebab. Makanya, pemasukan pun sedikit. “Uang hasil berjualan hari itu digunakan membeli makan di warung seafood saja tak cukup. Wah, itu pengalaman pahit yang selalu kami kenang,” ujarnya. Usaha ini dimulai pada 2003 dengan membuka outlet pertamanya di Surabaya. Modal awal yang dikeluarkan oleh Hendy saat itu sebesar Rp 4 juta yang ia gunakan untuk membeli gerobak (counter) dan peralatan lainnya seperti kompor dan penggorengan. Awalnya, bisnis yang dijalankannya bukan langsung berbentuk outlet, melainkan gerobak dorong berwarna kuning. Dengan gerobak buatan sendiri, ia pun mangkal di daerah Nginden Semolo, Surabaya. Ia ditemani seorang karyawan. Pahit-manisnya berbisnis pun ia rasakan. Hendy pun bercerita bagaimana ia berjualan sampai kehujanan, jatuh hingga rotinya berserakan di jalan. "Kehujanan, jatuh, roti pun langsung klemeran di jalan," kata Hendy. Tidak hanya sebatas itu, uang hasil penjualannya pun sempat dibawa pergi oleh karyawan penggantinya. Kesulitan lainnya adalah mengenai masalah pendanaan. Bunga pinjaman perbankan yang tinggi harus ia terima. Pernah ia diberikan suku bunga kredit untuk modal kerja hingga 18 persen. Namun, ia memaklumi dengan pemahaman bank tentunya melihat risiko dalam memberikan modal. Untungnya, bunga tersebut bisa terbayarkan dengan laba yang ia peroleh.
Kesabaran dan kerja keras Hendy mulai menampakkan titik terang. Lambat-laun dagangannya mulai menggaet pelanggan. Kebab Turki Baba Rafi semakin dikenal di Kota Pahlawan. Omzetnya terus menanjak, dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan.
Berbekal ilmu manajemen dan pemasaran yang ditimba dari berbagai seminar, Hendy melompat ke jalur cepat. Pada 2004, Kebab Turki Baba Rafi dikembangkan dalam bentuk waralaba. Startegi ini berhasil. Bisnis Hendy pun berkibar. Hanya dalam kurun empat tahun, 100 gerai Kebab Turki Baba Rafi sudah tersebar di 16 kota di Indonesia.
Yang luar biasa, kesuksesan bisnis Hendy tak perlu waktu lama. Hanya dalam 3-4 tahun, dia berhasil mengembangkan sayap di mana-mana. Bahkan, hingga pengujung 2006, pengusaha muda tersebut mencatat telah memiliki 100 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di 16 kota di Indonesia. Tidak hanya di Jawa, tapi juga di Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Ke depan, Hendy berencana mengembangkan usahanya itu ke luar negeri. Dua negara yang diincar adalah Malaysia dan Thailand. “TV BBC London dan majalah Business Week International pernah meliput usaha saya tersebut. Setelah itu, ada orang yang menawari saya membukan outlet di Trinidad & Tobago serta Kamboja,” jelasnya. Sukses bisnis kebab waralaba Hendy itu juga menghasilkan berbagai award, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya, ISMBEA (Indonesian Small Medium Business Entrepreneur Award) 2006 yang diberikan menteri koperasi dan UKM. Hendy juga ditahbiskan sebagai ASIA’s Best Entrepreneur Under 25 oleh majalah Business Week International 2006. Untuk meraih award tersebut, dia bersaing dengan 20 kandidat pengusaha lain dari berbagai Negara di Asia. Pria kalem itu juga mendapatkan penghargaan Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad Ke-21 yang dianugerahkan Profesi Indonesia. Kemudian, penghargaan Enterprise 50 dari majalah SWA untuk 50 perusahaan yang berkembang dalam setahun terakhir. Serta, di pengujung 2006, majalah Tempo menobatkan Hendy menjadi salah seorang di antara sepuluh tokoh pilihan yang mengubah Indonesia.
Apa yang akan dilakukan Hendy selain mengembangkan usahanya ke mancanegara? Tampaknya, dia ingin seperti raja komputer, Bill Gates. “Saya belajar dari para pengusaha sukses. Salah satunya, Bill Gates. Dia bisa mendirikan kerajaan Microsoft, meski tidak tamat sekolah. Jadi intinya, untuk menjadi orang sukses, tidak harus memiliki gelar akademis dan indeks prestasi (IP) tinggi,” tegasnya lalu tertawa.
PEMBERIAN NAMA KEBAB TURKI BABA RAFI
Menurut Hendi Setiyono nama Rafi sendiri diambil dari nama putera sulungnya yang bernama Rafi Darmawan, sedangkan baba dalam bahasa Arab artinya adalah ayah. Jadilah baba rafi adalah ayah rafi.
PERKEMBANGAN KEBAB TURKI BABA RAFI
Strategi promosi dan publikasi kebab Turki Baba Rafi, jelas kualitas adalah segalanya. Oleh sebab itu Baba Rafi menyiapkan pasukan khusus untuk quality kontrol yang akan selalu memandu dan memantau kondisi setiap outlet. Tugas divisi quality control adalah selalu mengecek dan mempertahankan kualitas rasa, pelayanan dan kebersihan serta value produk. Line khusus untuk pengaduan konsumen juga dipersiapkan.
Hendy juga selalu mengedepankan inovasi yang membuat produknya digemari, salah satunya adalah pemasakan daging yang diasap bukan digoreng, ini akan menimbulkan aroma yang lebih sedap dan mampu menggiring orang untuk mencobanya, dan lagi dan membeli lagi.

Varian kebab juga banyak seperti Winner Kebab, Hot Dog Jumbo, Syawarma, Kebab isi sosis istimewa, Kebab Gila dan Kebab Picok (Kebab Pisang Coklat). Harganya juga berkisar antara 8 ribu hingga belasan ribu, yang masih dibawah 20 ribu.

Alhasil banyak yang kepincut dengan rasa Kebab Turki Baba Rafi serta banyak yang berminat menjadi mitra. Dari sinilah kemudian Hendy mematenkan kebabnya dan membuka peluang franchisee. Melalui PT Baba Rafi Indonesia, perusahaan ini kemudian membuka peluang kemitraan tersebut dengan harga mulai 50 jutaan .
Namun setelah usahanya berkembang selama hampir 10 tahun, kini ia memiliki outlet  yang berjumlah 1020 pada tahun 2012, yang tersebar dari Indonesia hingga ke Malaysia dan Filiphina. Dapat dipastikan omset yang didapatkan setiap bulannya lebih dari 1 milyar.
Kini, bekerjasama dengan PT Belfoods Indonesia, Hendy tak perlu khawatir dengan produksi daging untuk kebab, karena sudah ditangani oleh ahlinya. Sebab PT Belfoods Indonesia telah memenuhi standar yg telah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan makanan (BPOM) dan memiliki sertifikat MUI. Untuk mendistribusikan daging yg telah diproduksi oleh PT Belfoods Indonesia, Hendy mendirikan sebuah warehouse yg ia bangun di kota-kota besar, seperti Surabaya, Malang, dan Semarang. Melalui warehouse inilah kemudian daging yg dibutuhkan didistribusikan lagi ke outlet-outlet yg tersebar di sekitarnya. Pengiriman daging ini dilakukan seminggu dua kali atau tergantung kebutuhan. Mengenai kebutuhan daging sapi, Hendy mengungkapkan dalam sehari ia bisa menghabiskan sebanyak 1 ton daging sapi atau setara dengan 7 ekor sapi. Dengan  adanya target dibuka sebanyak 1.001 outlet di 2011 ini, maka diperkirakan akan mengahabiskan 3 ton daging sapi/hari.
Untuk menjalankan seluruh outlet Kebab Turki Baba Rafi, sudah terserap sebanyak 1.200 tenaga kerja. Bisa dibayangkan usaha ini sangat prospektif untuk dikembangkan dan membawa banyak manfaat untuk menambah lapangan pekerjaan. Menu andalan Kebab Turki Baba Rafi adalah kebab yg dijual dgn harga Rp 12.000. Selain itu juga ada menu hotdog seharga Rp 10.000, beef burger Rp 9.500, dan menu lainnya. Untuk mengembangkan usahanya, sejak 2005 usaha Kebab Turki Baba Rafi dikelola secara Waralaba (franchise). Hingga 2011 ini, sudah resmi dibuka sebanyak 650 outlet. Namun, untuk daftar tunggunya sudah mencapai angka 750 outlet yg tersebar di seluruh Indonesia.
Ternyata kesuksesan Kebab Turki Baba Rafi tidak hanya di Indonesia. Hendy telah menandatangani MoU dengan Filipina untuk membuka cabang di sana. Usaha ini membuka peluang yg sangat luas.. Hendy mengungkapkan bahwa dalam jangka waktu 18 bulan sudah bisa balik modal. Omzet 1 outlet biasanya sekitar Rp 10- 15 juta per bulan, bahkan ada yg mencapai Rp 60 juta, tergantung dari lokasi usahanya. Usaha ini sangat prospektif untuk dikembangkan karena semakin lama makanan kebab banyak dikenal masyarakat.
Dalam menjalankan usahanya, PT. Kebab Turki Baba Rafi Indonesia menjalin kerjasama dengan PT. Belfoods Indonesia untuk menjadi salah satu suplier daging sapi berkualitas sebagai bahan baku utamanya. 
Apa prinsip Hendy dalam berbisnis? Hendy punya moto LETAM, ini kebalikan dari METAL.
L – Lihat peluang yang ada. E – Evaluasi peluang itu. T – Tirukan cara yang mungkin dapat diadopsi. A – Amati caranya dan lakukan. M – Modifikasi cara yang telah dipilih itu.
Ia menyebutkan, moto ini sudah muncul sedari awal sebelum usaha dimulai. Dengan semua bekal itu, tidak lantas ia mudah menjalani peruntungannya di bisnis kebab yang kini berkembang menjadi sejumlah produk kuliner, yakni roti Maryam Aba-Abi, Piramizza, dan Ayam Bakar Mas Mono.
Usaha waralabanya ini pun berdampak pada kebutuhan tenaga kerja yang terbilang banyak. Demi efisiensi, ia mendirikan Baba Rafi Academy, yakni lembaga pelatihan untuk memenuhi kebutuhan pegawai usahanya. Pendidikan ini diberikannya gratis bagi lulusan SMP hingga SMU yang mau bekerja di usahanya.

Visi dan Misi Kebab Turki Baba Rafi
   Bagi Karyawan : Menjadikan karyawan merasa memiliki bisnis Kebab Turki Baba Rafi melalui suasana kekeluargaan dan dengan sistem bagi hasil yang adil.
   Bagi Franchisee : Menjadikan Kebab Turki Baba Rafi sebagai sarana investasi yang menguntungkan dan membanggakan.
   Bagi Pelanggan : Menjadikan Kebab Turki Baba Rafi menjadi alternatif makanan pilihan dengan rasa yang lezat dan harga yang terjangkau.
Manajemen Usaha
Struktur Organisasi Kebab Turki Baba Rafi

Keterangan Tugas :
-          HRD Manager
1.      Melakukan perekrutan karyawan
2.      Melakukan training  karyawan
3.      Melakukan penilaian harian karyawan
4.      Housing karyawan
5.      Mengurus masalah pemecatan
6.      Pemberian reward
7.      Grade karyawan
8.      Improvement karyawan
9.      IT handling

-          Finance Manager
1.      Menyusun laporan keuangan dari marketing
2.      Menyusun laporan keuangan dari Franchise fee
3.      Menyusun laporan keuangan dari hasil penjualan bahan baku dan distribusinya
4.      Mengalokasikan keuangan untuk  keperluan promosi dan stok bahan baku serta kelengkapan sarana kebab
5.      Membuat grafik bulanan laporan keuangan

-          Quality Assurance Manager
1.      Mengaudit system management pusat satiap seminggu sekali
2.      Mengaudit system franchise (setahun dua kali)
3.      Mengaudit outlet pusat (dua minggu sekali)
4.      Menjaring pendapatan pelanggan
5.      Melaksankana standarisasi rasa dan kualitas produk
6.      Mengontrol  bahan baku harian
7.      Mengaudit setiap proses operasional

-          Daily Service Manager
1.      Melayani penjualan harian franchisee
2.      Menyediakan stok gudang
3.      Mendistribusikan bahan baku
4.      Mempersiapkan stok outlet mandiri
Desain outlet bertujuan untuk menciptakan sebuah desain yang unik, menarik serta customized dari franchisor kepada para franchisee. Dengan menciptakan desain yang menarik, fungsional, sesuai kebutuhan dan sesuai konsep marketing, franchisee akan lebih mudah membangun kepercayaan dan mendapatkan posisi strategis untuk memajukan usahanya
 Rahasia Sukses Kebab Turki Baba Rafi
Rahasia atau kunci sukses Kebab Turki Baba Rafi adalah terletak pada manajemen usaha dan promosi yang bagus. Kebab Turki Baba Rafi menggunakan sistem franchise atau waralaba, itulah faktor kesuksesan yang terbesar. Pemilihan lokasi untuk outlet Kebab Turki Baba Rafi juga sangat tepat karena hampir semua outletnya terletak di lokasi yang ramai, strategis, dan berada di tengah-tengah pembeli yang potensial seperti di area kampus, pusat perbelanjaan, dan fasilitas umum lainnya. Selain itu, menu yang ditawarkan juga belum banyak kompetitornya di Indonesia. Dengan menyesuaikan rasa dengan lidah orang Indonesia, Kebab yang merupakan makanan khas Timur-Tengah mudah diterima bahkan digemari oleh orang Indonesia.
       Baba Rafi Enterprise, pelaku bisnis waralaba kebab telah membuktikan dirinya bisa menjangkau pasar dunia. Setidaknya, bisnis Kebab turki sudah tersebar di 3 Negara diantaranya Indonesia,Malaysia dan Filipina.  Saat ini ,usahanya jalan sepuluh tahun sudah memiliki 1.020 outlet di 3 Negara. Dari 1020 gerai itu, sebanyak 150 adalah milik pribadi Hendy. Sedangkan sisanya merupakan waralaba yang bermitra dengan investor.
        Bicara soal ekspansi, bisnis Baba Rafi bisa dibilang tidak main-main. Sejak mencanangkan go international tahun 2012 lalu, kini bisnis kebab tersebut sudah memiliki 42 gerai di Malaysia dan Filipina. Hendy mengatakan, selain masalah omset, pertumbuhan outlet dan bertambahnya jumlah karyawan adalah patokan dari kinerja bisnisnya. Saat ini, jumlah karyawan Baba Rafi sudah mencapai 1900 orang. Padahal di tahun pertama bisnisnya, ia hanya memilik enam cabang dengan karyawan sekitar sepuluh orang. Tahun ini, Hendy menargetkan bisa menambah 200 gerai baru langsung di bawah manajemen pusat.
      Selain menambah gerai, Hendy juga akan memperkuat sumber daya manusianya. Ia ingin, seluruh karyawan memiliki kemampuan yang lebih sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi perusahaannya.
Perencanaan tenaga kerja langsung (TKL), juga perlu memperhatikan hal-hal mengenai kualifikasi, tarif upah, jumlah tenaga yang dibutuhkan, dan persyaratan kerja. Karena dalam usaha ini pemilik juga merupakan investor aktif yang berarti pemilik juga menjalankan pekerjaan operasional, maka system penggajian tidak dihitung secara spesifik melainkan menerima pembagian dari laba yang didapatkan. Sehingga untuk saat ini usaha pemilik belum memerlukan tenaga kerja tambahan karena masih dapat mengelola sendiri usaha ini.
KESIMPULAN
Hendy Setiono, presiden direktur Kebab Turki Baba Rafi sekaligus sebagai pencetus dan pendirinya. Karena itu, dia merupakan Top manager dari perusahan ini. Dan usahanya termasuk usaha profit dalam skala besar karena omzet yang didapat kurang dari Rp 50 miliar, akan tetapi dia telang menandatangani moU dengan Malaysia dan Filiphina. Sehingga perusahaan ini juga bisa dikatakan go internasional.
Peran sentral yang menonjol pada tokoh ini adalah pengambil keputusan. Karena dia merupakan orang yang memutuskan untuk mengawali bisnis ini dan yang memberi inovasi dalam pengembangan usaha bisnis ini.
Keahlian yang menonjol pada tokoh ini adalah konseptual. Karena Hendy merupakan pendiri dan sebagai presiden direktur Kebab Turki Baba Rafi. Dialah yang selalu memberi konsep sejak lahirnya perusahaan ini hingga berkembang dan suksesnya perusahaan ini.
Kegiatan Kebab Turki Baba Rafi:
·         Menyediakan training karyawan/ti
·         Menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan dalam bisnis Kebab Turki Baba Rafi
·         Menyediakan kelengkapan bisnis Kebab Turki Baba Rafi
·         Menyediakan stock bahan baku utama
·         Menyediakan training secara berkala, baik di training center maupun di cabang.
·         Melakukan audit control seluruh cabang
·         Melakukan perubahan harga jual ke konsumen
·         Melakukan kegiatan promosi nasional.

Perusahaan ini memiliki kelebihan. Contoh entitas dari perusahaan ini antara lain sebagai berikut:
·         Item Produk yang banyak, sehingga bisa memberikan beberapa alternative kepada konsumen dalam memilih menu- menunya.
·         Harga yang cukup terjangkau, bila dibandingkan dengan Doner Kebab yang hanya bermain di segmen atas.
·         Kebab Turki Baba Rafi menghadirkan rasa dan aroma kebab yang bersahabat dengan lidah para konsumen Indonesia
·         Diferensiasi produk yang unik yaitu makana khas Timur Tengah akan tetapi dengan harga terjangkau
·         Quality control yang sangat diperhatikan dan dijaga dengan baik, karena outlet dimiliki oleh pemilik sekaligus CEO dari PT Baba Rafi Indonesia
·         Pembenahan tampilan outlet mulai dari rombong, peralatan masak, hingga spanduk menu memberikan outlet lebih modern sehingga bisa menjadi daya tarik bagi orang yang lewat untuk melihatnya
·         Bentuk dan ciri kemasan yang menarik, sehingga konsumen bersedia membayar lebih mahal untuk memperoleh kemasan istimewa
·         Kebab Turki Baba Rafi menyediakan kebab dengan ukuran small, medium, dan large sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan memberikan kemudahan dalam pembelian
·         Kualitas produk yang sangat baik
·         Pemilihan lokasi yang tepat atau strategis
·         Komunikasi pemasaran yang efektif
·         Kebab Turki Baba Rafi merupakan makanan yang bergizi, lezat, bersih, halal, aman, dan praktis

Keunggulan yang dimiliki tokoh ini:
·         Keberanian yang dimiliki dalam hal mengambil keputusan
·         Ketekunan, keuletan, dan kesabaran yang dimiliki dalam merintis usahanya
·         Selalu memberikan inovasi baru untuk mempertahankan usahanya dalam menarik pelanggan
·         Konsinten
·         Bertanggung jawab
·         Orang yang berfokus pada proses, bukan pada tujuan
DAFTAR PUSTAKA
            http://www.hendysetiono.com.